kecewa
malam dingin sudah tak ada lagi videocallmu yang menggangguku
menyuruhku untuk tidak sibuk sendiri dengan duniaku
walau hanya diam isinya namun nyaman
yang selalu ku anggap aneh taunya biasa saja
kini hanya ada kekosongan
gemuruh tak seramai dulu
tak ada lagi ajakan seringmu meminta
temani, temani, temani
semesta tidak mengisyaratkan kepedihan
semua terkelut dalam emosi dan kesepian
sebenarnya itu adalah hal biasa
buruknya diri ini mengambil pilihan buruk itu
aku menukarmu dengan keheningan
menghilangkan pelukan erat yang hangat
meninggalkan serpihan jejak indah cinta
dingin badanku hingga menggigil ditinggalmu
entah harus aku sedihkan ini sampai kapan
bahwa nyatanya bertahunpun tak sudah
asin ini terasa mengenai bibir
dalam sepinya malam dan heningnya hati
perihal waktu pun aku ingin kembali
walau perih dan pedih
tak apa bila akan dikejarmu lagi
tak apa bila diusahakanmu lagi
tapi lagi lagi, itu hanya mimpi
Komentar
Posting Komentar