GAK NGERTI
Semua sudah mulai terlihat hancur, semakin sering kita bersama semakin tahu sifat dan sikap masing-masing, rasa kesal hingga marah menjadi satu bila kita menghadapi hal yang kita tidak suka.
Perbedaan prinsip dan watak sebenarnya sudah menjelaskan bahwa kita tidak bisa bersatu, entah mungkin karena sudah terbiasa dan tidak merasa akan berpaling. saat sedang menjalin dengan amat dekat , pasti akan berpisah.
Dulu mungkin aku akan menyalahkan diri kenapa memilih jalan yang salah terus menerus tapi kini aku sadar bahwa diriku yang dulu, sangat mencintai diriku sendiri hingga tak ingin merasakan yang namanya sakit hati lagi.
Aku selalu memikirkan apa kesalahan yang telahku perbuat, aku selalu memikir apa yang kurang didalam diriku, aku selalu berpikir apabila waktu diputar kembali dan aku diberi kesempatan untuk memilih , apa aku akan mengikuti jalan yang lain?
Nyatanya iya, aku terlalu lemah untuk menyudahi semua hal yang ku perjuangakan diawal dengan susah payah secara mudah. Menyerah adalah hal yang paling mudah dilakukan untuk orang yang lemah.
Hingga akhirnya semua telah berakhir segampang itu, ya karena ketidak adilan dan ketidak nyamanan yang aku rasakan. Jadi bila tulus tidak bisa menjadi tiang perasaan sepertinya sia-sia saja bila untuk bertahan.
Kini bila aku didalam waktu yang senggang, diri ini akan selalu memikirkan kembali hal-hal yang sudah terjadi. Lalu menganalisa
"kenapa?"
"kok bisa?"
Sekarang aku sadar seharusnya aku tidak terlalu memikirkan hal-hal tersebut, karena hanya membuatku sedih dan tidak berguna.
Sempat berpikir jika aku bisa berbicara secara leluasa dan menemukan jawaban atas hal yang tidak bisa aku tahu bagaimana cara menjelskan mungkin aku tidak akan merasakan sakit yang tertahan ini.
Seperti sekarang, aku hanya bisa mengetik ini semua dengan menangis, akupun tidak tahu apa yang aku tangisi?
...aku sudah lupa rasa sakit-sakit yang dahulu aku rasakan.
Bila ditanya, apakah aku pernah merasakan kekecewaan hingga sesak memenuhi dada sampai bernafas pun susah ?
Iya, aku pernah.
Bila ditanya, apakah aku pernah merasakan bahwa diriku ini orang yang paling hina?
Iya, aku pernah
Atau, apa aku pernah merasakan bahwa aku merindukannya hingga hari-hariku menjadi gila ?
Sangat-sangat pernah.
Semua itu berartikan bahwa aku hanyalah manusia biasa,
Aku hanya seorang wanita muda biasa,
Tapi aku tahu bahwa diriku adalah manusia terpenting yang diriku banggakan.
Aku selalu mengutamakan kesenangan orang lain, menunggu berjam-jam tanpa amarah walaupun membosankan dan membetekan.
Aku terlalu menyepelekan dengan membagi-bagi waktuku yang sangat berharga.
Aku terlalu menomer duakan diriku dari pada orang lain.
Aku terlalu ingin mengerti perasaan orang lain
Aku terlalu ingin menyenangkan orang lain daripada diriku sendiri.
Naifnya diriku memandang dan menjalani hidup di dunia yang singkat ini, aku benar-benar bisa menjadi kuat dan mampu menghadapi semua itu.
Aku yakin bila aku merasa lemah itu hal wajar yang aku rasakan dan ku ungkapkan.
Merasa malu dengan kekurangan, ya bagaimana bisa seseorang takut terungkap kelemahannya?
Yang ternyata orang itu adalah DIRIKU
Komentar
Posting Komentar