semoga diriku tidak menyerah

Berandai-andai bila ku putar waktu kembali, aku tidak ingin memiliki ketakutan dan kecemasan sebanyak ini. Rasanya seperti hidupku akan berakhir secepat mungkin, seperti aku harus menyelesaikan misi sampai tenggat waktu. Rasanya cemas, resah dan gelisah tiap waktu.

Memaksa diri, mendobrak diri dan berlari.
Aku ingin hidup tenang tanpa ada beban menemani, tanpa mencemaskan 1menit kemudianku dan ingin tidur nyenyak tiap malam.

Aku ingin selalu ada yang memeluk tubuhku seerat mungkin sampai aku yakin dan percaya diri lagi, aku ingin ada yang bisa mengajak dan menggandengku dari depan untuk bisa berlari dan percaya bahwa aku bisa melewatinya.

Apa aku terlalu manja hingga mendambakan hal sepele seperti itu?

Entah, nyatanya hanya itu yang ku perlu.
Aku merasa senang bila diri ini sudah tidak menaruh harapan yang sia-sia ke orang yang tadinya ku harapkan.

Aku rasa sudah lewat masa itu walaupun aku harus melewati bertahun-tahun dahulu.
Aku lama sekali bepikir mungkin karena faktor jarang menentukan pilihan, selalu dipilihkan dan mengambil keputusan bukan dari kemauanku.

Maka dari itu aku hingga sekarang merasa sulit untuk menentukan pilihan dan mungkin karena jam terbang juga, pilihan yang ku pilih kadang saja yang ternyata benar selebihnya salah dan gagal.

Mungkin itu juga, hidupku selalu ku jalani semengalir saja. Tidak dari pilihanku jadi hanya tuhan saja yang menentukan hidupku, aku seperti tidak bisa ikut serta menyertakan pilihanku dalam takdirnya. Memang jalan terbaik hanya tuhan yang menyusun, aku manusia memang masih banyak salahnya.

Aku harus lebih banyak berserah selebihnya dan masih akan ku usahanya untuk mengimprovement diri sendiri agar bisa ku bisa merasa bangga dengan diriku sendiri.

Selamat berjuang dan ku harap diriku ini tidak lelah ataupun menyerah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2024

GAK NGERTI

Leave him, you deserve better